Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Persaingan dunia kerja semakin ketat ke depannya. Karena itu diperlukan sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi kompetisi di era globalisasi.

“Karena itulah kami berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil yang diperlukan pangsa pasar, sehingga bisa bersaing dalam mencari pekerjaan. Tanpa diimbangi SDM yang andal dan tangguh maka kita akan kalah bersaing dalam dunia kerja pada era globalisasi,” kata Direktur Alfa Prima Denpasar, Made Artana S.Kom
Ia mengatakan ke depan dalam era globalisasi dan pasar bebas, maka yang diperlukan adalah sumber daya manusia yang andal dan menyiapkan tenaga sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Semua itu kami sudah siapkan untuk mendidik para mahasiswa yang mau maju dan profesional di bidangnya masing-masing. Di kampus kami ada tujuh jurusan, antara lain Manajemen Informatika dan Komputer, Manajemen Administrasi Rumah Sakit dan Manajemen Administrasi Bisnis,” ujarnya.

Made Artana menjelaskan sejak berdiri kampus Alfa Prima tahun 2003 sudah mencetak alumni sebanyak 1.490 orang dari berbagai jurusan. Setiap tahun akademik jumlah mahasiswa semakin meningkat.
“Itu artinya minat pelajar untuk meningkatkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi semakin baik. Terlebih pilihan mereka untuk kuliah di Alfa Prima,” ucapnya.
Dengan demikian, kata dia, kampus yang berlokasi strategis di Jalan Hayam Wuruk Denpasar dengan tenaga dosen yang andal, maka semua lulusan sudah bekerja di berbagai bidang sesuai dengan profesinya.

“Kami telah menyiapkan tenaga yang siap bersaing di dunia pasar tenaga kerja. Oleh karena itu kami harapkan para alumni membawa nama baik almamater di masyarakat,” katanya.
Dikatakan, dalam era globalisasi yang dikenal dengan liberalisasi ekonomi atau perdagangan bebas khususnya bidang jasa tenaga kerja, tenaga kerja Indonesia dituntut harus mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.
“Kata kunci dari efisiensi, adalah penggunaan teknologi yang tepat dan dikuasai oleh SDM yang ada. Oleh karena itu dalam perdagangan bebas pembangunan SDM menjadi sangat penting, terutama SDM sebagai pelaku pembangunan atau tenaga kerja,” ucap Made Artana.

Untuk itu, kata dia, dalam menghadapi globalisasi di bidang jasa tenaga kerja, bagaimana meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia guna mendukung suksesnya pembangunan nasional.
“Oleh karena itu merupakan pokok permasalahan yang perlu dirumuskan kebijaksanaan, strategi, dan upaya solusi menyiapkan tenaga andal,” katanya.
Memiliki usaha sampingan kini menjadi salah satu pilihan yang dijalankan banyak orang untuk memenuhi kebutuhan. Salah satunya adalah usaha penginapan. Sebenarnya, usaha menyediakan penginapan sudah banyak terdapat di kota-kota besar karena permintaannya yang terbilang tinggi.
Bagi Anda yang memiliki bangunan atau rumah yang berada di lokasi yang strategis, mengelola usaha penyediaan penginapan adalah usaha yang cocok. Sebab orang-orang yang datang dari luar kota atau luar daerah, rata-rata adalah mahasiswa, pasti akan mencari-cari penginapan.
Bila Anda berminat membuka usaha penginapan, beberapa tips berikut bisa dilakukan agar usaha penginapan berjalan dengan sukses.
1. Lakukan Riset dan Tentukan Target yang Ingin Disasar

Riset Menjadi Bagian yang Tak Boleh Terlupakan dalam Menjalankan Usaha via shutterstock.com
Sebelum membangun penginapan, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu terhadap target/market yang ingin dituju. Anda bisa menyasar pekerja kantoran, siswa sekolah, mahasiswa, atau traveler.
Bila Anda menyasar traveler, pastikan bahwa lokasi yang dimiliki berada dekat dengan area wisata dan banyak dikunjungi pelancong. Sementara apabila tempat yang Anda miliki berada dekat dengan sekolah atau kampus, menyediakan kos atau kontrakan akan sangat menguntungkan. Sebab pelajar atau mahasiswa dari luar kota atau daerah akan mencari-cari tempat tinggal yang dekat sekolah atau kampus.
2. Cari Lokasi dengan Selalu Mempertimbangkan Harga dan Market

Lokasi yang Banyak Dekat Keramaian termasuk Lokasi yang Strategis via shutterstock.com
Setelah menentukan target market yang ingin disasar, langkah selanjutnya adalah hunting lokasi (bagi yang belum memiliki tanah/lokasi). Sebaiknya, jangan buru-buru dalam membeli properti, tetap pertimbangkan harga dan lokasi yang dipilih harus strategis.
Selalu sesuaikan pilihan Anda dengan market yang ingin dituju. Usahakan sebisa mungkin mencari pemilik tanah yang sedang membutuhkan uang. Besar kemungkinan dia akan menjualnya dengan harga miring.
3. Beli Properti Sesuai Kondisi Finansial

Pertimbangkan Kondisi Finansial Sebelum Membeli Properti via shutterstock.com
Apabila dana yang dimiliki terbatas, Anda tidak perlu membelinya dalam skala besar. Belilah properti dalam skala yang kecil walaupun hanya satu atau dua bangunan. Jika dana Anda hanya cukup untuk membeli properti dengan luas 100 m², janganlah terlalu memaksakan diri membeli yang lebih luas dari itu.
4. Rencanakan Tipe dan Pilih Bahan Bangunan yang Berkualitas

Tipe atau Model Bangunan yang Menarik Biasanya Disukai via shutterstock.com
Setelah memiliki tanah yang siap dibangun, langkah berikutnya adalah membuat konsep terlebih dahulu mengenai tipe dan bahan bangunan yang ingin Anda gunakan. Di internet sudah banyak model rumah yang bagus dengan menggunakan bahan/material yang tidak mahal, tetapi tetap berkualitas.
5. Berikan Fasilitas yang Lengkap dan Percantik Interior atupun Eksterior

Bangunan dengan Interior dan Eksterior yang Baik Membuat Orang Nyaman via shutterstock.com
Lengkapi bangunan yang Anda punya dengan berbagai fasilitas penunjang. Anda bisa menambahkan AC, kamar mandi dalam kamar, internet gratis, dan lain-lain. Percantik interior dan eksterior bangunan dengan pilihan warna cat yang sejuk dan nyaman di mata. Dengan begitu, pengunjung merasa betah tinggal di penginapan.
6. Pasang Harga yang Realistis, tapi Tetap Bisa Memberikan Untung

Harga yang Terjangkau Dipilih Banyak Orang via shutterstock.com
Harga adalah salah satu elemen paling penting yang menjadi pertimbangan bagi orang-orang yang ingin menginap. Meskipun memiliki penginapan di lokasi yang strategis, memasang harga menginap yang mahal akan menyulitkan Anda mendapatkan pelanggan. Selalu tetapkan harga tidak jauh-jauh selisihnya dari harga yang ditetapkan kompetitor. Lebih baik ambil sedikit untung, tetapi berlipat sehingga nantinya mendapat profit yang banyak.
7. Pilih Karyawan yang Berdedikasi

Karyawan Berdedikasi Bisa Membangun Tim Kerja yang Solid via shutterstock.com
Karyawan adalah salah satu indikator apakah pelayanan yang diberikan memuaskan atau tidak. Saran atau masukan dari pelanggan yang pernah datang menginap selalu penting untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Selalu memilih karyawan yang berdedikasi dalam melakukan pekerjaannya sekalipun Anda sedang membutuhkannya segera.
8. Kebersihan Penginapan Menjadi Standar Dasar yang Harus Terjamin

Kebersihan Menjadi Ukuran dalam Memilih Penginapan via shutterstock.com
Jangan pernah menyepelekan kebersihan penginapan. Penginapan yang bersih akan selalu menjadi pilihan pengunjung. Mereka akan merekomendasikannya kepada orang lain dan akan berkunjung kembali jika kebetulan pergi ke lokasi yang sama. Sebaliknya, penginapan yang kotor akan membuat pengunjung tidak betah dan enggan untuk kembali menginap.
9. Promosi dengan Bundling Produk Lebih Diminati

Memberikan Harga Promosi Jadi Langkah Efektif via shutterstock.com
Salah satu cara promosi yang efektif adalah dengan bundling produk. Yang dimaksud dengan produk di sini ialah penginapan yang Anda. Nah, untuk menarik banyak pelanggan, Anda perlu melakukan promosi bundling semisal promo diskon harga kalau menginap lebih dari 3 hari.
Atau bundling harga sewa murah dengan bonus transportasi antarjemput gratis ke tempat wisata dan lain-lain. Bentuk promosi bundling seperti ini umumnya memancing minat banyak orang. Dengan penawaran seperti itu, penginapan Anda akan dipilih sebagai pilihan untuk menginap.
10. Buat Nama Penginapan yang Unik dan Mudah Diingat

Nama yang Unik Gampang Diingat via shutterstock.com
Berbicara tentang bisnis, nama adalah hal mutlak yang perlu diperhatikan. Kenapa? Nama merupakan identitas dan pengingat bagi pelanggan. Memiliki penginapan dengan nama yang unik dan mudah dikenal akan membuat orang tidak gampang lupa sehingga apabila berkunjung ke lokasi tersebut akan senantiasa ingat dengan nama penginapan yang ditinggali.
11. Jalin Kerja Sama dengan Komunitas agar Pemasaran Makin Luas

Pentingnya Komunitas dalam Mempromosikan Usaha via shutterstock.com
Komunitas kini menjadi salah satu target market yang sangat potensial. Semakin besar komunitas, semakin besar pula target market yang Anda tuju. Untuk usaha di bidang penginapan, Anda bisa berpromosi ke komunitas-komunitas di tanah air.
Misalnya, Anda memiliki penginapan di Bandung. Anda bisa menawarkan promo menginap di hotel kepada komunitas-komunitas yang ada di Bandung atau di luar Bandung. Dari satu komunitas biasanya informasi akan cepat tersebar.
12. Promosi dengan Media Sosial

Manfaatkan Media Sosial dalam Memperkenalkan Usaha via shutterstock.com
Salah satu langkah berpromosi yang tepat sasaran adalah dengan memanfaatkan media sosial. Lewat Facebook, Instagram, atau Twitter, informasi tempat menginap yang Anda tawarkan akan dengan mudah tersampaikan ke orang-orang yang sedang mencari penginapan.
Anda bisa masuk ke grup-grup khusus di Facebook yang membahas tentang wisata atau tema traveling. Dari situ Anda bisa mempromosikan penginapan Anda. Langkah lain yang bisa diambil adalah dengan menggunakan Facebook Ads atau Instagram Ads. Dengan menggunakan media promosi berbayar ini, sasaran Anda akan lebih terfokus dan berpotensi mendatangkan banyak pengunjung.
13. Jalin Kerja Sama dengan Endorser

Orang-Orang Lebih Memercayai Sesuatu yang Di-endorse via shutterstock.com
Pernah mendengar istilah endorser? Ya, biasanya ini merujuk pada orang-orang terkenal yang diminta untuk mempromosikan sebuah produk demi meningkatkan penjualan. Tujuannya adalah menarik lebih banyak konsumen.
Begitu pula dengan bisnis penginapan. Anda bisa memberikan gratis menginap selama satu atau beberapa hari kepada endorser. Sebagai imbalannya, mintalah kepadanya untuk mempromosikan penginapan Anda di media sosial miliknya.
Jalankan dengan Tekun, Niscaya Berhasil
Siapapun bisa berhasil menjalankan usaha. Asal disertai tekad dan mau menjalankannya dengan tekun. Tips-tips di atas akan percuma bila tidak sungguh-sungguh dilaksanakan. Selalu memperhitungkan dengan cermat, baik dana maupun peluang yang ada. Sebab hal tersebut termasuk hal yang penting dalam membangun usaha, termasuk usaha penginapan.

Tahun 2018 telah usai dengan segala harapan dan cita-cita yang harus terus diperjuangkan. Hari baru di 2019 menyiratkan semangat untuk mewujudnyatakan harapan dan cita-cita yang belum usai di 2018. Secara umum dalam pembangunan dan pengembangan yang ada dalam kabupaten tercinta, kabupaten Humbang Hasundutan, Khususnya dalam pengembangan potensi pariwisata yang ada terlebih didalam masa revolusi industri 4.0 yang sudah mulai kita jajaki.
Kilas Revolusi Industri 4.0
Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.
Kilas revolusi industri dimulai pada tahun 1784 dengan ditemukannya mesin uap dan alat-alat mekanisasi
Revolusi Industri yang kedua terjadi pada abad ke-19 ditemukan produksi dengan bantuan listrik. Revolusi Industri yang ketiga ditandai dengan hadirnya penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manuktuktur pada tahun 1970. Dan saat ini kita (Indonesia) menjajaki masa revolusi indutri 4.0 ditandai dengan ekspansi teknologi melalui kecanggihan digital dan internet yang sudah kita rasakan sampai hari ini, misalnya Traveloka, Go-Jek, Grab, Online Shop dan lain-lain yang telah memudahkan masyarakat.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.
Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.
Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.
Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.
Pun melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.
Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak.
Kita Membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan dan investor datang ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. “
Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.
Humbang-Hasundutan merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata yang harus terus dikembangkan dan harus terus dipromosikan.
Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.
Pertama saya ijin menyarakan agar, pemerintah daerah humbahas harus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan. Dengan harapan mampu menyusun strategi kolaborasi dan SOP kreatif yang bertujuan untuk mendatangkan wisatawan ke humbahas.
Kedua meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial humbahas akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri.
Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di humbahas di blog, web atau minimal didalam media sosialnya.
Tentu ini akan sangat baik untuk mempromosikan humbang-hasundutan sendiri kedalam dunia digital.
Kita pun belajar dari daerah-daerah yang sudah menjadi destinasi di Indonesia, misalnya Bali, Jogja, Solo dan daerah lainnya merupakan bukan sesuatu yang sulit ketika kita akan mencari tempat wisata, akomodasi, kuliner di daerah tersebut. Google telah menyediakannya karena banyak blog dan website yang menceritakan tentang daerah tersebut.
Ketiga Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata.
Salah satunya dengan membuat lomba mengenai pariwisata humbahas, misalnya lomba menulis blog dan membuat vlog yang diperuntukkan untuk umum atau milenial yang berasal dari humbahas yang sedang menuntut ilmu atau bekerja diluar humbahas.
Ini tentu hal sederhana namun sangat baik dalam hal promosi dibandingkan dengan membuat even yang memakan banyak dana dan hasilnya tidak maksimal.
Terakhir pemerintah daerah sebisa mungkin memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dengan menghasilkan inovasi baru juga memaksimalkan teknologi jangka panjang dan memastikan inovasi tepat sasaran dan tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar.
Salah satunya mungkin pembuatan aplikasi yang bisa digunakan untuk mempermudah tentang pariwisata humbang hasundutan.
Akhirnya, pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata yang berada di humbang hasundutan kita harapkan akan semakin maju salah satunya dengan Industri Revolusi 4.0 dengan sinergitas antara milenial dan pemerintah yang harus dimulai dan terus dikembangkan demi perwujutan menuju pariwisata Humbahas Hebat
Pariwisata dunia yang saat ini berkembang dengan pesat membuat berbagai negara di dunia berlomba-lomba untuk menyediakan layanan yang mudah untuk diakses oleh berbagai kaum di dunia. Tak terkecuali Indonesia yang saat ini menggalakkan digital dan milenial tourism di Indonesia. Bagi Menpar Arief Yahya, digital dan milenial tourism memiliki peran penting agar Indonesia dapat bersaing di pasar dunia yang semakin ketat ini. “Go Digital” merupakan istilah yang digunakan sebagai satu satunya cara agar Indonesia tetap eksis di dunia pariwisata. Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi. Hal ini dikarenakan berbagai turis telah menggunakan layanan online mulai dari melakukan reservasi hotel, memesan transportasi seperti tiket pesawat dan travel. Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.
Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang. “Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya.
Dalam kemajuan ini, Menpar juga berkerja sama dengan ASITA. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati mengapresiasi keputusan pemerintah karena dapat menjadikan sektor pariwisata di Indonesia memiliki daya saing.
“Terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan keluhan industri kami terkait tiket pesawat yang sudah mulai turun. Dampak kenaikan tiket pesawat sangat terasa sekali lantaran penyebaran wisatawan menjadi tidak merata di Indonesia. Dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membantu industri pariwisata,” ujar Nunung Rusmiati dalam pidato sambutan di hari pelantikannya.
Nunung Rusmiati dalam sambutannya menetapkan komitmen untuk mendukung pengembangan sektor Pariwisata Indonesia. ASITA memiliki 7.000 anggota yang tersebar di 34 provinsi. Di antaranya adalah melalui partisipasi dalam program-program Kementerian Pariwisata.
Dalam artikel ini, penulis telah menjelaskan pentingnya “Go Digital” dalam sektor pariwisata di Indonesia. Setelah membaca artikel ini dengan seksama, saya setuju dengan artikel tersebut. Saya menganggap kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang positif dalam era globalisasi ini. Maka dari itu kemampuan negara untuk memfasilitasi kemajuan ini sangat diperlukan agar turis yang berkunjung merasa dimudahkan dalam bekerja maupun beraktifitas sehari-hari. Bukan hanya turis dan pemeritah yang diuntungkan, tetapi masyarakat disekitar tempat pariwisata maupun masyarakat lokal juga ikut diuntungkan. Pada era ini, untuk mencari pekerjaan juga dimudahkan karena masyarakat memiliki pilihan yang bervariasi dalam memilih pekerjaan yang disenangi. Kemudahan dalam era digital dan serba instan ini membuat masyarakat dapat bekerja dari manapun dan kapanpun mereka berada. Sehingga kemajuan dalam era digital ini tidak selalu berujung pada efek negatif. Karena hal ini tidak hanya menguntungkan masyarakat asing, tetapi masyarakat lokal dan pemerintah juga diuntungkan.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.